Pelatihan Mediator Terakreditasi MA Dimulai
posted Nov 30, 11:42 AM in bahasa education
Jakarta, 9 November 2009. ETF bersinergi dengan BaMI menggelar pelatihan guna menjaring mediator yang kompeten dan bersertifikat dalam penuntasan konflik atau sengketa industrial.Komitmen pemerintah untuk menuntaskan hambatan terhadap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembenahan regulasi dalam pengembangan sektor infrastruktur, transportasi, energi, pangan, usaha kecil menengah dan koperasi, serta industri dan jasa membutuhkan keselarasan dengan aspek pendukung lain yang masih terkait dan tentunya saling mempengaruhi. Satu diantaranya adalah penanganan serta pengelolaan potensi konflik atau sengketa yang muncul dalam aktivitas bisnis dan industri.
Pada dasarnya, konflik atau sengketa adalah sebuah kelaziman yang tidak terhindarkan dalam setiap praktik bisnis dan industri. Hanya dengan pemahaman berikut penanganan yang tepat dan semestinya akan seluruh potensi, jenis dan pastinya cara penuntasan setiap konflik tadi, daya saing industri nasional akan tetap terjaga, tanpa ada pihak yang harus dirugikan. Pihak yang saling berperkara membutuhkan solusi yang cepat, ekonomis dan fleksibel, disini mekanisme penuntasan konflik atau sengketa melalui mediasi menjadi sebuah alternatif yang tidak saja lebih ekonomis dari sisi waktu dan biaya dibandingkan metode yang lazim dipakai melalui litigasi, namun juga mampu mengupas setiap permasalahan secara mendalam, fleksibel, dengan mengedepankan hubungan baik yang terpelihara antara pihak yang berperkara tadi.
Eka Tjipta Foundation (ETF) sebagai sebuah organisasi nirlaba yang salah satu tugasnya menjadi wahana dalam pelaksanaaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan bagi seluruh unit usaha Sinar Mas melihat keberlanjutan usaha membutuhkan dukungan kemampuan mengantisipasi dan menyediakan solusi atas beragam potensi konflik dalam aktivitas bisnis. Caranya adalah dengan bersinergi dengan Badan Mediasi Indonesia (BaMI), sebuah lembaga independen yang memberikan jasa layanan penuntasan sengketa non litigasi di bidang korporasi, perbankan, konstruksi, perpajakan, agraria, telekomunikasi, asuransi, kesehatan, hak kekayaan intektual hingga hubungan industrial, yang kini tengah mensosialisasikan keberadaan jalur mediasi sekaligus mendidik para mediator bersertifikat
Setelah sebelumnya menandatangani “Perjanjian Kerjasama Pendidikan Mediator” pada 7 Oktober lalu, program “Pelatihan dan Pendidikan Mediator Bersertifikat” selama 40 jam yang terakreditasi Mahkamah Agung RI resmi dimulai di Plaza Simas, Jakarta. Para peserta yang datang tidak saja dari berbagai unit usaha di bawah lingkup Sinar Mas, namun juga dari sejumlah perusahaan lain, sepanjang 9-13 November mendatang akan menjalani pengenalan, diskusi berikut simulasi dan ujian dalam penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi. “Kami melihat keberadaan mediator bersertifikat akan mendukung upaya pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi yang senantiasa bertemu dengan potensi konflik dan sengketa dalam hubungan industrial. Itu sebabnya kami bersinergi dengan BaMI, tidak sekadar mensosialisasikan keberadaan jalur mediasi, namun sekaligus memberikan pelatihan yang memadai bagi para calon mediator,” kata Ketua Umum ETF, G. Sulistiyanto