Beasiswa ke Manca Negara dari Eka Tjipta Foundation
posted Apr 21, 03:42 PM in bahasa education
Tjipta Pemuda Bangun Bangsa Menuju Indonesia Maju
G Sulistiyanto, Ketua Umum Eka Tjipta Foundation (baris ketiga kedua dari kiri) didampingi oleh Dewan Pembina Eka Tjipta Foundation, Fuganto Widjaja (baris kedua, keempat dari kiri) dan Dewan Pembina Lembaga Nobel Indonesia, Prof Yohanes Surya (baris kedua kelima dari kiri) bersama finalis beasiswa S1 internasional Tjipta Pemuda Bangun Bangsa – Presidential Scholarship.
Setelah sukses dengan program beasiswa Tjipta Sarjana Bangun Desa (TSBD) yang telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 2000 mahasiswa yang tersebar di 30 Universitas di seluruh Indonesia, maka mulai tahun ini tidak kurang dari Rp 3 milyar setiap tahunnya akan disediakan oleh Eka Tjipta Foundation (ETF) untuk beasiswa internasional dan nasional tingkat S1 bagi lulusan SMA berprestasi dari seluruh Indonesia dengan nama Tjipta Pemuda Bangun Bangsa (TPBB).
Program beasiswa TPBB terdiri dari 2 kategori yakni TPBB Presidential Scholarship (diperuntukkan bagi siswa-siswa pemenang olimpiade sains internasional) dan TPBB Strategic Scholarship (terbuka untuk lulusan SMA/setara) merupakan program sinergi antara ETF dengan Lembaga Nobel Indonesia (LNI) yang akan melakukan seleksi di beberapa kota besar Indonesia. Biaya yang disediakan diperkirakan akan cukup untuk membiayai 7 mahasiswa TPBB Presidential Scholarship dan 10 – 20 mahasiswa TPBB Strategic Scholarship.
Melalui program beasiswa ini diharapkan Indonesia dapat mengejar ketinggalan di sektor kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebagaimana diketahui Indonesia dikenal sebagai salah satu negeri dengan biodiversitas tertinggi dan nilai sumber daya alam (SDA) yang luar biasa, tapi ironisnya juga dikenal sebagai negeri dengan kualitas SDM yang memprihatinkan.
Berbakti untuk Indonesia
Seperti layaknya program beasiswa yang lain, para penerima beasiswa TPBB
juga diwajibkan memenuhi ketentuan tertentu. Salah satunya adalah mereka
diwajibkan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka di
manca negara. Kewajiban serupa juga dilakukan kepada seluruh penerima beasiswa
Tjipta Sarjana Bangun Desa (TSBD), program beasiswa dari ETF yang diberikan
sejak tahun 2006 kepada lebih dari 2000 mahasiswa untuk studi di 30 universitas
yang tersebar di beberapa kota Indonesia, bedanya mahasiswa TSBD diwajibkan
kembali bekerja ke daerah masing-masing.
Siswa-siswa brilian yang menjadi finalis tersebut diseleksi tidak hanya dari sisi akademik tapi juga melewati serangkai proses seleksi yang bersifat holistik mencakup penilaian karakter, budi-pekerti dan semangat kerjasama mereka untuk menghasilkan manusia paripurna calon calon pemimpin Indonesia di masa depan yang cerdas, trampil dan berbudi-luhur.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh, G. Sulistiyanto, Ketua Umum ETF: “Nantinya bukan sekedar “asal” pintar, tapi juga paham bagaimana menghasilkan berbagai produk asli Indonesia yang mampu tembus pasar dunia. Unit usaha Sinar Mas akan siap untuk menjadi tempat mereka berkarya melaluiprogram magang maupun gabung sebagai karyawan untuk menghasilkan produk tersebut.”
Pribadi Unggul Harapan Masa Depan Indonesia
Delapan putra-putri terbaik bangsa yang menjadi finalis beasiswa TPBB Presidential Scholarship adalah Ratnaganadi Paramita, Kelvin Timotius, Fernaldo Richtia Winnerdy, Theo Ariandi, David Giovanni dari Brilliant Class BPK Penabur Gading Serpong; Guinandra Luthfan Jatikusumo dari SMA Taruna Nusantara; Gabriela Alicia Kosasih dan Allen Michelle dari SMA St. Laurensia.
Dua diantaranya adalah Ratnaganadi Paramita dan Guinandra Luthfan Jatikusumo. Ratnaganadi merupakan segelintir anak negeri ini yang memiliki sekaligus prestasi internasional di bidang sains, sosial dan seni-budaya. Di antara prestasi seni-budaya Ratna adalah “Medali Emas” di “The Asia- Pasific Festival of Children’s Theater 2004 in Toyama, Japan” untuk “The Best Performance”, “Medali Emas” di “9th World Festival of Children’s Theater 2006 in Lingen(Ems), Germany” untuk “Great Performance”. Minat Ratna terhadap seni khususnya seni musik dan sains membawanya pada penelitian yang dibuatnya bersama 2 orang temannya, berjudul “Brain Stimulating Effect of Acoustic Sasando” yang mendapat juara 4 di INaYS – kompetisi riset ilmiah nasional yang diadakan oleh Universitas Parahyangan, Bandung. Sederetan prestasi Ratna akhirnya mengantarkan gadis manisini untuk memperoleh Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia di tahun 2007.
Begitu pula dengan Guinandra atau biasa dipanggil sebagai Andra yang dikenal sangat menonjol jiwa kepemimpinannya.Maklum saja Andra adalah siswa SMA Taruna Nusantara yang mendidik para siswanya dengan 3 konsep pendidikan : intelektualitas, kepribadian, dan kesamaptaan jasmani. Minatnya pada dunia sains dan karakternya yang kuat membawa Andra melakukan Penelitian Fisika Elektrostatis yang dibawanya dalam ajang International Conference of Young Scientists di Polandia berbuah sebuah Medali Emas. Pencapaian lainya lewat proyeknya dalam mendukung anti global warming, dengan konsep Carbon Reduction Technology membawa pulang sebuah Medali Perunggu dari Jepang, melalui ajang Asian Science Camp 2009. Tak berhenti sampai disitu, ketertarikannya terhadap ilmusosial dan diplomasi membawa dirinya menjadi salah satu Duta Belia terbaik untuk Perth, Australia, pada tahun 2009. Dalam 3 ajang tersebut, Guinandra dipercaya sebagaiTeam Leader, karena kecakapannya dalam penerapan ilmu kepemimpinan.